Kode Etik Pendeta GKE

KODE ETIK PENDETA GKE

I.  DASAR

A. DASAR ALKITABIAH 

Efesus 4 : 11 – 12.

Jabatan pendeta adalah jabatan yang ditentukan Allah untuk memperlengkapi anggota jemaat bagi pekerja pelayanan. Jabatan itu adalah jabatan kesetiaan, artinya, pendeta setia kepada Allah. Selain itu, ada tanggungjawab memperlengkapi anggota jemaat.

Yakobus 2 : 14

Memperlengkapi anggota jemaat dilakukan melalui kata dan perbuatan. Sehingga ada keutuhan kata dan perbuatan, kata dan perilaku, kotbah dan keyakinan, iman dan kelakuannya. Dengan hidup demikian, pendeta menjadi panutan yang memotivasi anggota jemaat taat kepada Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 9 : 6

Panggilan hidup pendeta adalah melakukan perintah Tuhan. Dengan ketaatannya itu, maka kemuliaan Tuhan akan dinampakkan dan terpancar dari dalam hidupnya.

4. Imamat 18 : 5

Pendeta menjadi orang terdepan dalam usaha berpegang dan melakukan ketetapan-ketetapan Tuhan. Oleh karena itu, ia hidup, dan hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan.

5. Yeremia 17 : 5 – 8

Pendeta dalam hidupnya mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya dalam Tuhan. Sehingga hidup diberkati dan menghasilkan buah yang baik.

B. DASAR KONSTITUSIONAL

1. Tata Gereja GKE.

2. Peraturan GKE :

a. Peraturan GKE No. 1 Tahun 2000 tentang pokok kepegawaian GKE

b. Peraturan GKE No. 3 Tahun 2000 tentang mutasi pegawai GKE

c. Peraturan GKE No. 4 Tahun 2000 tentang disiplin pegawai GKE

d. Peraturan GKE No. 3 Tahun 2001 tentang pakaian jabatan pendeta, penatua, Penginjil dan diakon

e. Liturgi Pentahbisan Pendeta.

 II. TUJUAN.

A. Untuk menjaga kekudusan, martabat dan kewibawaan profesi pendeta demi kemulian nama Allah.

B. Untuk meningkatkan pengabdian dan mutu pelayanan Pendeta.

C. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota.

D. Untuk meningkatkan mutu organisasi dimana Pendeta melayani (secara khusus) dan GKE (secara umum).

III. PENGERTIAN

 A. PENGERTIAN KODE ETIK.

Kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan hidup sehari-hari. Di dalam kode etik digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanakan tugas dan tanggungjawab.

B. PENDETA

1. Pendeta adalah seorang yang dipanggil Tuhan untuk melayani Jemaat.

2. Pendeta adalah seseorang yang telah mengikuti proses pendidikan yang sesuai dan melalui masa vikar dan telah ditahbiskan.

3. Hidupnya diserahkan bagi Tuhan.

4. Pendeta diutus Tuhan mengabarkan berita keselamatan dan pembebasan.

5. Sebagai utusan Tuhan, Pendeta menjaga nama pengutus-Nya dan GKE sebagai alat di tangan Tuhan.

6. Hidup Pendeta bergantung pada kuasa, berkat dan pimpinan Tuhan.

7. Hidup Pendeta memancarkan hidup yang telah memiliki keselamatan.

 IV. KODE ETIK PENDETA GKE.

 A. KODE ETIK PADA JABATAN.

1. Menghargai dan menghormati jabatan itu sendiri.

2. Bertindak dan berbuat sesuai jabatan itu dalam seluruh bidang kehidupan sehari-hari.

3. Mengasihi dan menghormati anggota jemaat tanpa membedakan status ras dan suku.

4. Mengutamakan pekerjaan yang berkenaan dengan tugas kependetaan dibanding dengan pekerjaan lainnya.

B. KODE ETIK DALAM KERJASAMA DENGAN MAJELIS DAN LEMBAGA GKE.

1. Menjaga keutuhan Majelis dan Lembaga GKE dalam suasana kerjasama team, keterbukaan dan pertanggungjawaban yang benar.

2. Menjaga rahasia kemajelisan dan lembaga.

3. Menghargai hal-hal konstruktif yang dilakukan Majelis dan Lembaga GKE yang sebelumnya dan yang sedang berjalan.

4. Taat pada keputusan organisasi mulai dari tingkat Sinodal, Resort dan Jemaat.

 C. KODE ETIK DALAM HAL KEGIATAN PASTORAL

1. Menjaga rahasia percakapan dalam penggembalaan.

2. Menjaga nama baik dalam melaksanakan penggembalaan.

 D. KODE ETIK DALAM HAL BERKOTBAH

1. Mempergunakan mimbar pemberitaan Firman secara benar.

2. Mempergunakan pakaian jabatan gerejawi sesuai dengan Peraturan Gereja.

E. KODE ETIK DALAM HIDUP BERMASYARAKAT.

1. Menghormati semua pihak dalam masyarakat sebagai orang yang dikasihi Allah.

2. Tidak terlibat dalam perjudian.

3. Tidak melakukan perbuatan tercela seperti pembunuhan, pencurian, penipuan, perampokkan, KKN, mabuk dan narkoba.

4. Tidak merokok di depan publik/ditempat umum.

 F. SIKAP ETIK DALAM KELUARGA.

1. Menjunjung tinggi keutuhan dan keharmonisan keluarga.

2. Tidak bercerai dengan isteri/suami.

3. Tidak melakukan hubungan Zinah/seks diluar nikah.

 G. HUBUNGAN ANTAR PENDETA DAN PENDETA DENGAN VIKAR.

1. Hubungan antar Pendeta dan Pendeta dengan Vikar adalah hubungan kemitraan.

2. Pendeta sebagai Ketua Majelis Sinode, Majelis Resort dan Majelis Jemaat dan Lembaga adalah berperan sebagai pemimpin dan pembina.

3. Mengembangkan team kerja yang konstruktif dan dinamis.

 H. PENUTUP.

1. Kode etik ini dimanfatkan sebagai bahan untuk mengisi Daftar Penilaian Prestasi Pekerjaan (DP3).

2. Kode etik ini sebagai bahan untuk memberikan sanksi sesuai peraturan GKE yang berlaku.

3. Kode etik ini dibuat mengikat pendeta yang non organik dan emeritus yang terikat kontrak dalam pelayanan di jemaat dan lembaga GKE.