Kode Etik Penatua, Diakon dan Penginjil/Pambarita

I. DASAR

A. DASAR ALKITABIAH

1. Imamat 9:6

Panggilan hidup penatua, diakon dan penginjil / pambarita adalah melakukan perintah Allah. Dengan ketaatan itu, maka kemuliaan Allah akan dinampakkan dan terpancar dari hidup mereka.

2. Imamat 18:5.

Penatua, diakon dan penginjil / pambarita adalah orang terdepan dalam usaha berpegang, patuh dan melaksanakan ketetapan-ketetapan Allah. Oleh karena itu, kehidupan mereka harus sesuai dengan kehendak Allah.

3. Yeremia 17:5-8.

Penatua, diakon dan penginjil / pambarita hidup mereka harus mengandalkan dan menaruh harapan pada Allah, sehingga hidup mereka senantiasa diberkati Allah dan menghasilkan buah yang baik.

4. Efesus 4:11-12.

Khusus untuk penginjil / pambarita ditentukan oleh Allah untuk memperlengkapi anggota jemaat bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

5. 1 Timotius 3:1-7.

Kehidupan sehari-hari dapat menjadi teladan, baik di dalam maupun di luar lingkungan gereja.

6. Titus 1:5-10.

Hidup penuh wibawa, adil, saleh, dapat menguasai diri dan bijaksana.

B. DASAR KONSTITUSIONAL

  1. Tata Gereja GKE, Bab VIII, Pasal 26, 27, 28 dan 29 Tentang Penatua, Diakon dan Penginjil / Pambarita GKE.
  2. Peraturan GKE No. 13 Tahun 2016 Tentang Jabatan Penatua dan Diakon GKE.
  3. Peraturan GKE No. 14 Tahun 2016 Tentang Jabatan Pendeta dan Penginjil / Pambarita
    GKE.

II. TUJUAN

  1. Memelihara kekudusan, martabat dan kewibawaan profesi Penatua, Diakon dan Penginjil / Pambarita GKE demi puji hormat dan kemuliaan nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.
  2. Menjaga ketertiban dalam Gereja.
  3. Meningkatkan kualitas dan integritas pelayanan Penatua, Diakon dan penginjil /
    Pambarita GKE.
  4. Menjaga nama baik Gereja Kalimantan Evangelis.
  5. Mempertahankan teladan kehidupan yang baik.

III. PENGERTIAN

A. PENGERTIAN KODE ETIK

Kode Etik adalah pedoman tutur, kata, perbuatan dan tingkah laku yang baik dan benar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari-hari sebagai Penatua, Diakon dan Penginjil / Pambarita GKE.

B. PENATUA

  1. Penatua adalah jabatan pelayanan gerejawi bersifat sukarela yang diberikan oleh Gereja dalam bentuk pengutusan menerima panggilan Tuhan Yesus Kristus.
  2. Penatua dipilih, diutus dan diteguhkan melalui penahbisan oleh gereja untuk masa jabatan 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.
  3. Penatua dalam melaksanakan tugasnya lebih mengarah kepada pelayanan dalam membantu pendeta dan penginjil / pambarita pada bidang spiritual / rohani.

C. DIAKON

  1. Diakon adalah jabatan pelayanan gerejawi bersifat sukarela yang diberikan oleh Gereja dalam bentuk pengutusan menerima panggilan Tuhan Yesus Kristus.
  2. Diakon dipilih, diutus dan diteguhkan melalui penahbisan oleh gereja untuk masa jabatan 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk periode selanjutnya.
  3. Diakon dalam melaksanakan tugasnya lebih mengarah kepada pelayanan dalam membantu pendeta dan penginjil / pambarita pada bidang sosial – material.

D. PENGINJIL / PAMBARITA

  1. Penginjil / Pambarita adalah jabatan pelayanan gerejawi yang diberikan gereja dalam bentuk pengutusan menerima panggilan Tuhan dan diteguhkan melalui penahbisan.
  2. Peneguhan melalui penahbisan kedalam jabatan penginjil / pambarita dilakukan oleh Majelis Sinode GKE dan atau oleh Majelis Resort setempat atas dasar koordinasi dan penunjukkan oleh Majelis Sinode GKE.
  3. Jabatan penginjil / pambarita melekat pada seseorang selama yang bersangkutan berada dalam kerangka pelayanan yang ditugaskan oleh Gereja dan setia serta memiliki komitmen yang teguh untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan hakikat pengutusannya.

IV. KODE ETIK PENATUA, DIAKON DAN PENGINJIL / PAMBARITA

A. KODE ETIK PADA JABATAN

  1. Menghargai dan menghormati jabatan penatua, diakon dan penginjil / pambarita GKE.
  2. Bertindak dan berbuat sesuai jabatan penatua, diakon dan penginjil / pambarita GKE.
  3. Sebagai pelayan Tuhan mengasihi, menghormati dan melayani anggota jemaat tanpa membeda-bedakan status ras, suku dan sosial.
  4. Sebagai pelayan Tuhan melayani dengan suka rela, tulus hati dan sukacita.

B. KODE ETIK DENGAN LEMBAGA GKE

  1. Menjaga nama baik GKE.
  2. Menjaga, mengamankan dan menjalankan segala kebijakkan dan program kerja GKE.
  3. Bangga sebagai penatua, diakon dan penginjil / pambarita GKE.
  4. Setia dan tekun memajukan dan mengembangkan GKE.

C. KODE ETIK DALAM KERJASAMA DENGAN SESAMA ANGGOTA MAJELIS

  1. Bersedia bekerja sama dengan sesama anggota majelis di setiap jenjang organisasi GKE.
  2. Bersedia saling menguatkan, mendukung dan menyemangati sesama anggota majelis di setiap jenjang organisasi GKE.
  3. Bersedia saling menghargai dan menghormati berbagai perbedaan multi talenta sesama anggota majelis di setiap jenjang organisasi GKE.

D. KODE ETIK DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

  1. Menjunjung tinggi keutuhan dan keharmonisan keluarga.
  2. Menjaga nama baik keluarga.
  3. Bagi yang sudah menikah, tidak bercerai dengan isteri atau suami, kecuali karena kematian.
  4. Tidak melakukan hubungan zinah atau seks diluar nikah.
  5. Kehidupan keluarga dapat menjadi teladan.

E. KODE ETIK DALAM KEHIDUPAN JEMAAT

  1. Memelihara kesatuan, persatuan dan kekompakkan jemaat.
  2. Setia memajukan dan mengembangkan jemaat.
  3. Kehidupan sehari-hari menjadi teladan yang baik bagi jemaat.

F. KODE ETIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

  1. Turut serta menjaga toleransi dan kerukunan warga masyarakat.
  2. Turut serta memelihara kedamaian dan keamanan kehidupan masyarakat.
  3. Turut serta menjaga kebersihan lingkungan.
  4. Kehidupan sehari-hari menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

G. KODE ETIK DALAM TUGAS PELAYANAN

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan.
  2. Penuh semangat, tulus, jujur dan suka cita dalam mengerjakan tugas pelayanan.
  3. Penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan.

V. PENUTUP

  1. Kode Etik ini merupakan pegangan bagi penatua, diakon dan penginjil / pambarita GKE dalam menjalakan tugas dan tanggug jawab sebagai pelayan Tuhan.
  2. Kode Etik ini juga dipergunakan sebagai standar moral dan integritas bagi penatua, diakon dan penginjil / pambarita GKE.
  3. Kode Etik ini juga dipergunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh seorang penatua, diakon dan penginjil / pambarita.
  4. Kode Etik ini dibuat mengikat penatua, diakon dan penginjil / pambarita dalam pelayanan di GKE.

 

Banjarmasin,    Oktober 2017
BADAN PEKERJA HARIAN MAJELIS SINODE GKE,

Pdt. Dr. Wardinan S. Lidim, M.Th
Ketua Umum

Pdt. John Asihua, M.Th
Sekretaris Umum

Scroll to Top